There was a time, there is a time, and there will be a time. It all goes around till the end of a time. Because time also has its beginning.

Ada banyak penjelasan tentang sebuah waktu. Mulai dari yang super-ultra-scientific hingga ringan seperti kapas. Tapi hampir selalu, ketika kita dengan “it’s all about time” tetap saja terdengar bullshit. Terutama di dalam kepala kita saat sedang stuck, sedih, jatuh, dan lain-lain.

Dan tulisan ini, saya tidak mencoba untuk menjelaskan. Justru saya secara pribadi sedang mencari tau apa yang tidak berkaitan dengan waktu untuk membantah pemikiran “it’s all about time” tadi.

Tentang waktu

Seperti yang kita tau;

Ada waktunya ketika kita mau bantu orang lain. Tapi ada waktunya juga dimana kita sedang tidak mau membantu orang lain.

Ada waktunya saat kita perlu untuk terus maju. Tapi ada waktunya juga saat kita perlu untuk berhenti.

A post shared by Qinan Prayoga (@qinpra) on

Ada waktunya saat kita sedang bisa melakukan banyak hal. Tapi ada waktunya juga saat kita perlu untuk merelakan.

“There’s always ‘something we can do’. Even letting go, is still ‘something we can do’.”

Ada waktunya saat kita merasa tidak berguna untuk beberapa orang. Tapi ada waktunya juga ketika kita sangat berguna bagi beberapa orang lainnya.

Ada waktunya saat kita harus mengikuti rencana. Tapi ada waktunya saat kita harus berimprovisasi. Misal, saat rencana Z juga tidak berhasil

Ada waktunya saat kita akhirnya memutuskan untuk bangkit. Tapi ada waktunya saat kita terlalu lelah bahkan untuk mencoba.

Ada waktunya saat kita sedang jatuh. Tapi ada waktunya saat kita sedang berada di puncak.

Ada waktunya ketika kita tidak bisa memaafkan seseorang. Tapi ada waktunya saat kita bisa memaafkan orang lain dengan mudah.

Ada waktunya saat kita menyukai sesuatu. Tapi ada waktunya saat kita jadi biasa saja. Mungkin saat sedang trend (?)

Ada waktunya saat kita menyayangi si A. Tapi ada waktunya juga saat kita tidak menyayangi si A. Misal, saat belum mengenal si A.

Bahkan tulisan ini, membutuhkan hampir dua jam dari awal hingga selesai ditulis.

Bahkan matahari, ada waktu terbit dan terbenam sesuai jadwal.

Bahkan bohlam lampu, membutuhkan sepersekian detik untuk menyala setelah kita menekan saklar.

Bahkan melirik dari kanan ke kiri pun ada waktunya.

Bahkan, membaca “.” (titik) pun membutuhkan waktu.

Adakah yang tidak berhubungan dengan waktu?

Coba kita cari kata kerja, aktivitas, kegiatan lain yang tidak berhubungan dengan waktu?

Bahkan benda mati pun juga ada hubungannya dengan waktu. Yaitu saat digunakan, dan saat tidak lagi digunakan.

Bahkan kata sifat pun juga berhubungan dengan waktu. Yaitu saat sifat tersebut muncul dan hilang.

Jadi untuk kita yang sedang membangun usaha, membangun kehidupan, berjuang atas nama freelance, dan siapapun yang sedang berusaha, rasanya hanya kita yang tau when to stop and when to keep going. Find the time. Know our time.

“There was a time, there is a time, and there will be a time. It all goes around till the end of a time. Because time also has its beginning.”

A post shared by Qinan Prayoga (@qinpra) on

Lebih dari satu sisi

Dan karena berhubungan dengan waktu, akhirnya semuanya pun memiliki lebih dari satu sisi.

Kalau kita pernah merasa senang, kita pasti pernah merasa sedih. Kalau kita pernah punya tabungan melimpah, kita pasti pernah punya tabungan yang sedikit. Mungkin, sebelum tabungan kita melimpah.

Ketika ada orang berperut besar, pasti ada orang berperut kecil. Bagaimana kita bisa tau bahwa perut itu besar kalau tidak ada perut kecil untuk kita bandingkan mana yang besar dan mana yang kecil?

 

P.s. Tulisan ini akan selalu saya update.

Let's share and let others aware:
No more articles