Tu4V0-08KXY

Jas hujan mungkin identik dengan kendaraan bermotor roda dua. Bermaterial ala kadarnya dan dengan model seadanya, produk jas hujan sering kali tidak memenuhi unsur “enak dilihat” khususnya di mata anak muda. Berbeda dengan Ame Raincoat, produsen jas hujan yang lebih casual ini jadi salah satu terobosan karya alumni ITB.

Bimo, pendiri Ame Raincoat menceritakan pengalamannya saat mendapatkan tugas untuk membuat sebuah produk untuk dijual di pasar. Setelah melalui research & development yang cukup, Ame Raincoat hadir untuk menjawab kebutuhan masyarakat urban terutama anak muda.

“Apa sih sebenernya yang cocok nih di pasar Indonesia yang belum tersentuh ‘desain’ gitulah. Nah terus akhirnya kita riset-riset gitu. Terus akhirnya kita nemuin kayak jas hujan nih dari dulu gitu-gitu aja terus kan, nah akhirnya kita coba bikin yang distinctive gitu lah.”

Ame Raincoat memang tidak sepenuhnya mentargetkan pengendara motor. Dilihat dari rilisan-rilisan mereka, produk Ame Raincoat bahkan lebih mengarah untuk menggantikan parka jacket yang lebih sering berbahan canvas.

Produk mereka tidak bisa dianggap enteng. Bimo, yang berlatarbelakang design product, tentunya memiliki teori-teori yang diperlukan untuk menciptakan karya berkualitas. Bahkan lewat Ame Raincoat, Bimo berkeinginan untuk mengedukasi pasar tentang produk yang berkualitas.

Let's share and let others aware:
No more articles