Misalnya kamu seorang Fotografer. Terus karya-karyanya di-upload ke Instagram, website pribadi, atau Behance. Tiba-tiba di suatu hari yang lagi panas dan gerah ada laporan dari temen kalau dia ngeliat ada orang lain yang menggunakan karya kamu buat di Instagram dia sendiri, tanpa ada kredit Fotografer, bahkan orang itu mengaku dialah yang menciptakan karya itu.

Marah? Merasa dibobol maling? Yes, kurang lebih itu perasaan yang mungkin pasti dialamin oleh kebanyakan seniman. Selain pekerja seni juga sih sebetulnya. Karya ciptaannya dipake tanpa izin. Entah buat pribadi, atau bahkan buat urusan komersial.

Nah tapi ada juga seniman yang justru sebaliknya. Kenapa? Karena karya mereka memang ditujukan buat dipakai oleh orang lain. Semacam freebies lah.

Karya-karya mereka ini biasanya di-submit di sebuah web portal entah itu gratis atau berbayar. Mulai dari Shutterstock, Gettyimage, Twenty20, Pexels, Pixabay, sampe ke Publicdomainarchive.

Dok: Waag.org

Karena di alam digital itu karya dihargai banget (terutama still image, video dan audio), maka keberadaan Creative Commons itu tepat banget.

Creative Commons adalah lembaga non-profit global yang bergerak dibidang Hak Cipta aka Copyrights. Bukan Kekayaan Intelektual, tapi spesifik di Hak Cipta.

Kalau kamu aktif di dunia digital yang berurusan dengan konten, pasti deket banget sama yang namanya still image, motion graphic, audio, vector, illustration, etc.

Dan kamu juga pasti ngeh kalau sekarang banyak banget platform yang nyediain barang-barang intangible tadi. Mulai dari Pexels.com, Video.Pexels.com, Pixabay.com, FreeMusicArchive, dan seterusnya.

Nah karya-karya yang di-submit di platform tadi tertempel label “CC0”, “CC BY-SA”, “CC BY-ND”, dan lain sebagainya.

Bener banget. itu adalah label yang ngedeskripsiin sejauh mana sebuah karya bisa kamu utilize. Dengan kata lain, kamu gak bisa sembarang download dan langsung ekploitasi karya orang lain seenak jidat. Karena harus diliat dulu, apa syarat buat menggunakan karya tersebut. Semuanya, terdaftar di Lisensi berikut:

CC BY (Attribution)

Ciptaan asli (karya orisinil) yang berlabel CC BY ini diperbolehkan untuk:

  • Diubah
  • Diperbaiki
  • Dibuat ciptaan turunan
  • Digunakan untuk kepentingan komersil

Dengan syarat harus mencantumkan kredit kepada pencipta asli terhadap ciptaan asli tersebut.

CC BY-SA (Attribution-ShareAlike)

Ciptaan asli (karya orisinil) yang berlabel CC BY-SA ini diperbolehkan untuk:

  • Diubah
  • Diperbaiki
  • Dibuat ciptaan turunan
  • Digunakan untuk kepentingan komersil

Dengan syarat harus mencantumkan kredit kepada pencipta asli. Lisensi ini juga memperbolehkan ciptaan turunannya untuk dipakai dalam kepentingan komersil dengan syarat mencantumkan kredit yang sama.

CC BY-ND (Attribution-TanpaTurunan)

Ciptaan asli (karya orisinil) yang berlabel CC BY-ND ini diperbolehkan untuk:

  • Disebarluaskan
  • Diserbarluaskan untuk kepentingan komersil

Dengan syarat tidak mengubah ciptaan asli dan tetap mencantumkan kredit kepada pencipta asli.

CC BY-NC (Attribution-NonCommercial)

Ciptaan asli (karya orisinil) yang berlabel CC BY-NC ini diperbolehkan untuk:

  • Diubah
  • Diperbaiki
  • Dibuat ciptaan turunan
  • Digunakan bukan untuk kepentingan komersil

Dengan syarat harus mencantumkan kredit kepada pencipta asli.

CC BY-NC-SA (Attribution-NonCommercial-ShareAlike)

Ciptaan asli (karya orisinil) yang berlabel CC BY-NC-SA ini diperbolehkan untuk:

  • Diubah
  • Diperbaiki
  • Dibuat ciptaan turunan
  • Digunakan bukan untuk kepentingan komersil

Dengan syarat  harus mencantumkan kredit kepada pencipta asli dan melisensikan juga ciptaan turunannya dengan syarat yang sama dengan ciptaan asli.

CC BY-NC-ND (Attribution-NonCommercial-TanpaTurunan)

Ciptaan asli (karya orisinil) yang berlabel CC BY-NC-ND ini diperbolehkan untuk:

  • Disebarluaskan

Dengan syarat harus mencantumkan kredit kepada pencipta asli. Ini adalah yang paling ketat dari lisensi yang lain. Karena karya orisinil tidak diperbolehkan untuk diubah, diperbaiki, dibuat ciptaan turunannya, apalagi untuk kepentingan komersil.

CC0 (CreativeCommons0)

Ini adalah lisensi yang digunakan oleh pencipta asli untuk menandakan kalau karyanya bisa dipergunakan sebebas mungkin. Poin dari lisensi ini bukan bermaksud buat mengeliminasi Hak Cipta milik seseorang. Tapi justru memberikan kesempatan kepada seniman tersebut untuk membebaskan karyanya dari batasan.

Ciptaan asli (karya orisinil) yang berlabel CC0 ini diperbolehkan untuk:

  • Diubah
  • Diperbaiki
  • Dibuat ciptaan turunan
  • Digunakan untuk kepentingan komersil
  • Disebarluaskan
  • Disebarluaskan untuk kepentingan komersil

Dengan syarat 0. Tanpa harus mencantumkan kredit pencipta asli, tanpa harus membayar lisensi.

Tapi bukan berarti semua karya berlabel CC0 ini gratis. Karena, ada beberapa premium platform yang mengkoleksi karya berlabel CC0 untuk dijual. Beli karyanya, lalu bebas digunakan untuk apapun dengan cara apapun.

Dan karya berlabel ini lah yang paling dianjurkan buat dipakai karena gak bersyarat. Jadi gak perlu takut bakal berurusan dengan Hak Cipta.

Sebagai penutup, kami kasih beberapa daftar portal stock photo yang sering dipakai buat cari aset visual (jangan lupa liat labelnya ya!):

  1. Pexels
  2. Pixabay
  3. Unsplash
  4. ISO Republic
  5. Life of Pix
  6. Startup Stock Photos
  7. Fancycrave
  8. Kaboompics
  9. Negative Space
  10. PicJumbo
  11. StockSnap
  12. Gratisography
  13. Libreshot
  14. Magdeleine
  15. Morguefile
  16. StockVault
  17. PublicDomainArchive
  18. Avopix
  19. SplitShire
  20. LittleVisuals
Let's share and let others aware:
No more articles