Jika 1 orang mempunyai kebun cabe rawit yang cukup di halaman belakang rumahnya, apa reaksinya ketika harga cabe rawit naik daun?

Bagaimana jika: 1 orang tersebut mempekerjakan 10 orang untuk mengurus kebun cabe rawit, dengan bahan baku biji dan pupuk yang dibeli dari rumah sebelah (yang juga memproduksi sendiri), dan seterusnya; apa reaksi mereka ketika harga cabe rawit naik daun?

Usaha Mikro, Kecil dan Menengah

Salah satu momen bersejarah di UMKM adalah ketika krisis moneter 1997 melanda. Di saat nilai tukar Rupiah jatuh, berbagai kekacauan terjadi dan memperkeruh keadaan, UMKM justru tidak goyah. Begitu juga dengan negara-negara lain seperti Malaysia, Singapura, Korea Selatan, bahkan Thailand yang menjadi titik awal krisis moneter.

Berbagai analisa yang beredar dari banyak pakar menyebutkan bahwa ketidaktergantungan UMKM terhadap bank menjadi salah satu poin utama. Sektor UMKM tidak terpengaruh dengan berbagai macam gonjang-ganjing yang berkaitan dengan bank dan investasi besar.

Industri Kreatif harus terus berskala Usaha Mikro atau Usaha Kecil

Pengrajin, pebisnis kuliner, distro, studio desain, dan sebagainya banyak yang berada di skala mikro. Walaupun ada juga yang berkembang menjadi Usaha Kecil ataupun juga Usaha Menengah.

Sifat mikro dari Usaha Mikro membuat suntikan dana yang diperlukan cukup dari lingkungan sekitar. Usaha Mikro dan Usaha Kecil tidak perlu masuk kedalam rantai perpinjaman uang yang mengakibatkan ketergantungan kredit. Bercermin dari teman-teman UMKM lain yang berhasil melipatgandakan pinjaman kecil dari keluarganya menjadi sesuatu yang besar untuk diputar kembali menjadi modal selanjutnya untuk mengembangkan usahanya.

Usaha Mikro dan Kecil juga dapat terus menyerap tenaga kerja. Di tengah kegilaan anak muda dalam berbisnis kecil-kecilan, di sana pula terdapat lapangan pekerjaan. Mungkin tidak besar, tapi tersebar. Dengan hitungan sederhana , berapa banyak pengangguran yang dapat berkarya ketika jutaan anak muda mengandalkan kreativitasnya untuk berdikari atau side job dalam usaha berskala mikro (Maksimal asset Rp 50 juta, omset Rp 300 juta) atau skala kecil? Bagaimanapun juga, tentu tenaga kerja berkualitas memang diperlukan. Tapi bicara tentang peluang, Usaha Mikro dan Kecil menjadi jawaban.

Mereka juga harus memproduksi karya atau produk berbahan-baku lokal dan bersifat kebutuhan. Ketika daya beli menurun, kebutuhan akan tetap dicari. Harga jual tidak pula meningkat karena bahan baku tidak dibawa dari luar.

Di tahun 2017 ini, Indonesia telah lulus “syarat negara sejahtera adalah 2% wirausahawan dari total penduduk”. Sekarang Indonesia telah berada di angka 3,1% atau sekitar 7,8 juta dari 252 juta orang jika mengacu kepada Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga, Menteri Koperasi dan UKM, Maret lalu.

Brand lokal bermunculan dengan sangat menjanjikan. Pemahaman atas produk dan jasa berkualitas menjadi ajang pembuktian. Semua bergerak atas nama passion masing-masing. Mulai dari fashion brand yang tersebar di berbagai event marketplace, local coffee shop yang berdiri di penjuru kota, studio desain yang siap menciptakan visual branding lebih enak dipandang, para musisi yang bekerja keras menelurkan lagu dan album, dan juga sektor-sektor lainnya yang saat ini telah sangat diperhatikan pemerintah dengan adanya BEKRAF.

Berbagi Apresiasi

Tapi di samping tugas para pelaku usaha dan pemerintah, ada juga tugas yang wajib dilakukan oleh warga negara lainnya, yaitu kita, agar Industri Kreatif (termasuk di dalamnya Ekonomi Kreatif) berskala mikro dan kecil yang kita cintai ini bisa terus berdiri dan menjadi ujung tombak ekonomi negeri ini. Yaitu bangga dan membeli.

Tentu pandangan di atas perlu untuk dikritisi oleh para ahli dan praktisi dan kalangan lain secara lebih jauh agar menemukan solusi yang berfondasi kuat.

Tapi, seberapa penting peran usaha mikro baik di Indonesia ataupun di negara-negara lain menurutmu? Bagaimana cara agar anak muda bangga dan membeli produk lokal? Banyak kah temanmu yang berwirausaha dalam sektor Industri Kreatif berskala Usaha Mikro dan Kecil? Benarkah “Local is the New Global”?

Let's share and let others aware:
No more articles