NZHyVnuKfU4
Durrasi Talk: R. Bagus Ananto, Menyatukan Perbedaan
Reader Rating 4 Votes

Time management menjadi sebuah hal yang cukup tricky buat banyak orang. Termasuk salah satunya bagi seorang musisi dengan nama panggung RBA. Menurut Bagus, membagi waktu memang bukanlah hal mudah dan masih terus dia pelajari sampai sekarang ini. Karena Bagus tidak hanya berprofesi sebagai DJ dan Producer, tapi juga salah satu pemilik Sangha Group yang membawahi restoran H Gourmet & Vibes dan Hatchi.

Bagus percaya bahwa walaupun food & beverage dan musik tidak sama tapi memiliki satu kedekatan, sehingga tidak sulit baginya untuk menjalankan dua hal yang berbeda. Ditambah lagi, Bagus adalah alumni mahasiswa sekolah bisnis di ITB sehingga ilmu “dagang” yang dimiliki dan passion-nya dalam bermusik menjadi sebuah karya yang tidak bisa dipandang sebelah mata.

Bagus juga berusaha untuk tidak mengkotakkan genre musik. Secara personal, dia mengaku Soul dan Jazz adalah kesukaannya. Tetapi tidak berarti dia menolak untuk memainkan musik lain. Karena dari sudut pandang seorang performers, Bagus percaya bahwa banyak musik lain yang sebetulnya mungkin saja bisa dinikmati oleh orang-orang. Hanya saja, karya tersebut belum sampai ke telinga masing-masing. Sehingga dalam perjalanannya, Bagus terus belajar untuk dapat menyatukan perbedaan.

Ditanya soal visi pribadi, Bagus yang mengawali karirnya di sebuah perusahaan lain sebelum akhirnya mulai membangun sebuah holding company bersama teman-teman semasa kuliahnya ini menjawab dengan sangat sederhana yaitu menjadi orang yang seimbang. Berbeda dengan kebanyakan orang yang menjawab visi dengan menjadi Presiden, ataupun profesi lainnya.

Simak insight lainnya dari Reinard Bagus Ananto tentang musik komersil dan idealis, inovasi f&b, inspirasi, pengalaman bermusik, hingga banyaknya startups yang collapse dan seni membagi waktu yang terus “memakan korban”.

Let's share and let others aware:
No more articles