zmhaToZO9mU

Namanya Agam Dwi Nurcahyo. Dia adalah seorang Artist berlatar belakang mahasiswa seni murni di salah satu universitas di Cikini, Jakarta Pusat. Seniman yang dikenal dengan nama Magafaka ini pernah tinggal di Bali beberapa lama untuk mencari jalur masa depan. Siapa sangka, Agam justru benar-benar menemukan apa yang sampai sekarang dia tekuni.

Di Bali, Agam dan teman seperjuangannya, Ican, bekerja sama membuat sebuah karya dengan medium jaket bekas. Dengan tangan dingin, mereka berhasil memanfaatkan jaket-jaket bekas menjadi sesuatu yang sangat bernilai. Agam juga menambah wawasannya selama disana. Agam berhasil membangun network dan lebih paham tentang pasar di Bali.

Agam yang sedang menikmati kegiatannya di Bali mau tidak mau harus pulang ke Jakarta karena ibunya yang sedang sakit. Dan rasa sayang kepada ibunya tersebut membuka jalan bagi Agam untuk menemukan pasar nya sendiri di Jakarta. The Goods Dept, jadi salah satu batu loncatan Agam untuk pasar Jakarta.

Sempat dilemma untuk bekerja di perusahaan atau berdiri di kaki sendiri, Agam akhirnya yakin dengan pilihannya. Saat ini, Agam masih terus mengembangkan karya dan bahkan sistem kerjanya.

Magafaka sendiri adalah sebuah stage name dari Agam. Dimulai dari Kim Kim, seorang teman di Australia yang merasa sulit menyebutkan nama Agam. Terucap kata “Mother*ucker”, rupanya terhighlight oleh Agam. Agam, Maga, dan faka.

Let's share and let others aware:
No more articles