Sedang berencana memulai bisnis kuliner kecil-kecilan? Bingung mau memulai dari mana, konsepnya seperti apa, apa yang akan menjadi pembeda dengan produk lain, siapa yang akan membeli produk tersebut, strategi marketingnya bagaimana, bagaimana cara menetapkan harga, berapa lama hingga balik modal? Dan masih banyak lagi pertanyaan-pertanyaan lain hingga akhirnya ide tersebut tidak tereksekusi, semangat hilang, dan kembali lagi kepada zona nyaman.

Besar atau kecilnya sebuah bisnis dapat disesuaikan dengan sumber daya yang kita miliki. Baik dari segi modal, tenaga, waktu, dan juga pikiran. Untuk yang masih kuliah, bisnis ini dapat dilakukan setiap saat. Bagi kaum pekerja yang sibuk di kantor Senin-Jumat, bisa menjalankan usaha ini di akhir minggu.

Bagus memang kalau memulainya dengan pertanyaan-pertanyaan seperti contoh di atas. Asalkan kita bisa mengatasi agar jangan pertanyaan tadi justru malah menghambat kita untuk memulai. Berikut adalah alasan mengapa kita dapat memulai bisnis kuliner setelah selesai membaca ini:

  1. Mulai dari modal yang sudah ada

Buatlah sebuah daftar modal di notes. Daftar modal yang dimaksud adalah sumber waktu luang yang tersedia, modal finansial yang ada di tabungan, modal bahan bacaan yang relevan dengan ide, dan juga modal pertemanan yang kita rasa mau membantu. Setelah itu, barulah saatnya kita menghitung kemampuan awal kita.

  1. Pilih target pasar yang sesuai

Sulit memang membagi waktu terutama ketika kita hanya memiliki dua hari untuk ‘dibisniskan’. Tapi bukan berarti mustahil! Dengan modal waktu yang dimiliki, carilah pasar yang memang hanya membutuhkan makanan saat weekend saja. Apakah itu arisan orang tua mantan, piknik, atau event-event pop up di mall kalau berkemampuan lebih.

  1. Produksi dengan budget yang disanggupi

Setelah mengetahui budget awal tadi, penting untuk diingat bahwa akan sangat baik kalau kita merealisasikan ide tersebut sesegera mungkin. Misalkan dengan budget yang dipunyai, tidak apa kalau kita baru dapat memproduksi 20 porsi or less dalam seminggu.

Di tahap awal, tidak perlu kita ngotot untuk memiliki bisnis yang langsung besar dengan kemampuan produksi 200 porsi perhari dan dengan cabang yang tersebar diseluruh dunia. Kecuali kalau memang waktu kita didedikasikan untuk berbisnis.

Bahkan kalau hanya dapat memulai dengan lima porsi juga tidak apa. Usahakan agar bertambah sedikit demi sedikit setiap minggunya. Slow but sure!

  1. Lakukan riset harga secermat yang kamu bisa

Cari tau harga yang dipasang oleh kompetitor sehingga kita tidak salah untuk menetapkan harga. Tidak perlu langsung menyewa jasa business consultant (mungkin diperlukan di kemudian hari) untuk melakukan riset yang lebih kompleks.

Untuk saat ini, cukup dengan kepo melalui media sosial, kemudian tambahkan value lainnya di produk kita sehingga mampu bersaing dengan para pendahulu. Ingat, tujuannya adalah untuk segera me-launching usaha baru dan perbaikan setiap minggu.

  1. Jangan sungkan meminta bantuan

Hampir setiap orang yang kita kenal punya kenalan lain. Begitu juga dengan teman kita, pasti punya teman lain di luar circle kita. Mintalah mereka untuk membicarakan produk/ brand kita ditengah-tengah obrolan mereka. Jangan teman yang juga kita kenal ya, karena itu bisa kita lakukan sendiri. Berikan clue-clue kepada teman kita agar strategi mouth to mouth ini semakin nempel di telinga pendengar mereka. Dan jangan lupa minta mereka untuk melakukan hal yang mungkin masih relevan saat ini: bomb post.

Setelah dijelaskan 5 alasan tadi, apa masih ada yang menghalangi untuk mengeksekusi idenya? Mungkin cara di atas tidak akan berhasil untuk setiap orang, but it’s worth a shot! Dan setelah launching, tinggal kita memperbaiki bisnis baru ini minggu demi minggu. Tony Stark berkata: Start Starting, Stop Stopping!

Berikan komentar dan pertanyaan di:

https://www.instagram.com/durrasi

https://www.facebook.com/durrasi

https://www.twitter.com/durrasi

Let's share and let others aware:
No more articles